Wednesday, May 22, 2013

10 Sepatu Terunik dan Bersejarah di Dunia

SEPATU dan sandal merupakan kebutuhan primer dan sangat diperlukan oleh manusia. Semua orang pasti menggunakan benda ini untuk bepergian atau pun dalam melakukan aktifitas. Bahkan dalam dunia pekerjaan sepatu ini merupakan salah satu sebagai penambah keindahan penampilan. Namun pada dasarnya sepatu atau sendal yang sudah dipergunakan oleh para nenek moyang kita terdahulu adalah sebagai pelindung kaki. Seiring perkembangan jaman, sepatu ini bukan hanya menjadi pelindung kaki saja, namun sudah menjadi pelengkap hidup manusia. Tahukah Anda bagaimana sejarah sepatu dan sandal di dunia. Berikut, deretan 10 sepatu yang menjadi sejarah di dunia.

1. Okobo (Jepang, abad 18 – sekarang)

Alas kaki ini disebut juga dengan bakiak. Geisha magang atau maiko mengenakannya bukan demi alasa fashion semata, namun juga untuk alasan praktis. Pasalnya, wanita penghibur Jepang itu selalu mengenakan kimono (pakaian khas Jepang) yang mahal. Mereka tak mau pakaian kotor terkena lumpur jalanan.

Okobo dibuat dari sebatang kayu yang dibentuk menyerupai tapak sepatu. Biasanya kayu tersebut diselesaikan apa adanya, namun banyak juga yang bahkan tak dipernis sama sekali.
Selama musim panas, maiko biasanya mengenakan Okobo hitam yang telah dipernis. Tinggi sepatu Okobo umumnya mencapai 14 cm, dan sol kayunya diukir cekung, sehingga menimbulkan bunyi tersendiri ketika dipakai berjalan.
Faktanya, kata Okobo sendiri diambil sebagai perwakilan dari bunyi yang timbul saat sepatu dipakai jalan. Bentuk tali A V (mirip sandal jepit) biasanya dipilih, sedangkan warna talinya disesuaikan dengan status maiko. Untuk maiko baru akan mengenakan Okobo tali merah, sedang yang hampir menyelesaikan magangnya menggunakan tali kuning.

2. High heel untuk pria (Eropa, tahun 1700-an)

Tahun 1700an, stoking menempati posisi yang sama pentingnya dengan sepatu bagi para pria di Eropa. Sebab fashion saat itu berfokus pada kecantikan area tubuh bagian bawah.

Saat ‘demam’ penampilan kaki ramping tiba-tiba mewabah, Louis XIV kemudian tampak mengenakan sepatu high heel bersol merah. Dan tentu saja, ketika sang raja mengenakannya, maka tak lama kemudian seluruh rakyat pun turut mengikuti tren tersebut.

3. Kabkabs (Libanon, abad 14-17)

Perak yang menghiasi cekungan kayu, itulah arti sederhana Kabkabs atau nalins yang pernah dipakai wanita Timur Tengah untuk melindungi kaki mereka dari kotornya debu dan lumpur jalanan. Bagi mereka yang kaya raya, seringkali sepatu kayu ini dihiasi dengan mutiara. Dengan tinggi hak beberapa inci serta sulaman kulit, sepatu ini biasanya dibikin dengan tali pengikat yang terbuat dari sutra atau beludru.

Nama Kabkabs sendiri diperoleh dari bunyi yang ditimbulkan alas kaki ketika dipakai berjalan di atas lantai marmer. Bagian atasnya disulam dengan perak, emas, atau kawat pewter (campuran timah putih dan hitam). Untuk acara khusus seperti pernikahan, cekungan kayu tersebut biasanya dihiasi seluruhnya dengan perak. Sedangkan secara sosial, sepatu ini hanya dipakai oleh kaum wanita saja.

4. Sepatu kulit pohon

Pada permulaan abad 20, para wanita mengenakan kulit kayu sebagai alas kaki sehari-hari, tentunya dengan lapisan kain pada bagian dalamnya. Tak hanya itu, kain juga digunakan untuk melindungi lapisan kulit sepatu dari hujan, lumpur, dan salju.

Biasanya sepatu ini dibuat dari kulit pohon Birch, namun bisa juga dari kulit pohon kapur atau linden (daunnya berbentuk hati). Norwegia, Swedia, dan bahkan Rusia memiliki versi masing-masing untuk jenis sepatu ini. Masa hidup sepatu kulit pohon tersebut biasanya hanya sekitar 1 minggu saja.

5. Chopines (Italia, 1580-1620)

Hanya sedikit museum yang menyimpan Chopines asli. Meski debutnya dimulai sejak masa renaissance, namun banyak wanita Italia yang masih mengenakannya hingga permulaan abad 17.

Seperti Okobo Jepang, Chopines juga memiliki tingkat kepraktisan tinggi. Tujuan utama penggunaan sepatu ini adalah agar penggunanya tampak menyolok sebab mampu ‘mengangkat’ tubuh pemakai hingga 18 cm lebih tinggi.
Sepatu bernilai mahal ini dibuat dari kayu yang dilapisi sutra lembut atau beludru. Selain itu, alas kaki ini biasanya juga dipermanis dengan penambahan renda perak, paku payung, dan sulaman sutra.

6. Padukas (India, tahun 1700-an)

Padukas termasuk alas kaki tertua dan mewah di India. Lebih dari sekedar sol dengan tonggak dan kenop, alas kaki ini umumnya dibuat dari bahan perak, kayu, besi, atau bahkan gading.

7. Sepatu kayu untuk sang pengantin (Perancis, akhir abad 19)
Dari lembah Bethmale (sebelah selatan kota Saint Girons, distrik Ariege), muncullah sepatu pengantin unik ini. Dibuat dari sebongkah kayu yang diambil dari pohon walnut beserta akarnya, para pria biasa menciptakan sepatu ini untuk calon pengantinnya kelak. Dikatakan bahwa semakin tinggi ujungnya, maka semakin besar pula rasa cinta sang pria pada calon istrinya.

8. Ballet boot (1980an-sekarang)

Alas kaki kontemporer ini mulanya dipakai sebagai jimat saja. Namun seiring waktu berjalan, alas kaki ini semakin terkenal dalam dunia fashion, khususnya Jepang.

Struktur sepatu ini mirip dengan sepatu balet yang dibumbui dengan hak super tinggi, sehingga tercipta kesan bahwa pemakainya dipaksa untuk berjinjit setinggi mungkin seperti yang dilakukan para balerina saat sedang menari.
Ballet boot ini memperoleh popularitasnya pada tahun 1980an, dan sekarang tersedia di seluruh dunia.

9. Sepatu kuncup teratai (China, abad 10-tahun 2009)

Tradisi Han di China yang mengharuskan kaki wanita diikat sehingga tampak kecil seperti kuncup teratai ini berlaku selama ribuan tahun. Sepatu dari wilayah utara, khususnya Beijing, memiliki bentuk mangkuk, dengan sol super cekung.

Sebagai bagian dari mas kimpoinya, seorang wanita akan membuat beberapa pasang sepatu sebagai bukti bahwa ia mampu menjahit. Setelah menikah, mempelai lalu membagikan sepatunya pada saudari ipar dalam upacara khusus. Untunglah kejayaan sepatu mungil tersebut telah berakhir…

10. Sepatu Armadillo

Armadillo sendiri berarti binatang pemakan serangga. Baru-baru ini, di tahun 2010, Alexander McQueen meluncurkan satu set sepatu armadillo yang kemudian dipopulerkan oleh Lady Gaga dan beberapa selebriti lainnya.
Itulah sedikit informasi yang bisa saya uraikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda.


sumber : shafirazrosyadi
Selanjutnya...

Celana dan Rok Wanita Jepang Yang Transparan


Jepang memang selalu nomor satu tentang penemuan-penemuan benda-benda yang baru unik dan aneh, bahkan terkadang penemuannya sedikit gila dan bikin kita  ngakak. Seperti penemuan yang satu ini, bikin perut sakit menahan ketawa. Lihat saja foto-foto dibawah ini, kelihatannya rok dan celana yang dipakai para wanita ini transparan atau tembus pandang. padahal sebenarnya ini adalah hasil sablonan di kain yang mereka pakai. Tapi kalau kita lihat sepintas sepertinya memang benar-benar asli tanpa sablon. Berikut foto-fotonnya


Suer gan. ini yang PALING GOKIEL... :D















Sumber: yafi20
Selanjutnya...

Tuesday, May 21, 2013

Inilah 10 Air Terjun Tertinggi di Dunia


Air Terjun "Water Fall", di dunia ini banyak dan beragam. Dari beragamnya itu, terdapat air terjun yang memiki ketinggian yang luar biasa.

Tidak bisa dipungkiri memang bahwa, air terjun biasanya menjadi obyek wisata karena keindahannya. Berikut adalah daftar air terjun dengan ketinggian yang luar biasa. Air terjun apa dan dimana itu. Berikut simak baik-baik:

1. Air Terjun Angel

 

Ketinggian: 3,212 kaki/ 979 meter. Lokasi: Rio Caroni, Taman Nasional Canaima,Venezuela. Penemu: James Crawford Angel pada tahun 1936. Nama Lain: Salto Angel, Auyan-tepui yang berarti "Gunung Setan".
 
Air terjun ini dinamakan “Air terjun Angel” untuk mengenang penemunya, James Crawford Angel. Suku Indian Pemon menyebut air terjun ini sebagai “Auyan-tepui” (“Aiyan-tepui”) yang berarti “Gunung Setan”. Ketinggian resminya ditentukan oleh National Geographic Society pada 1949. Air terjun ini merupakan atraksi turis paling terkenal di Venezuela.

2. Air Terjun Tugela
 


Ketinggian: 3,110 kaki/ 948 meter. Lokasi: Drakensberg (Dragon's Mountains) di Taman Nasional Royal Natal di provinsi KwaZulu-Natal, Republik Afrika Selatan. Tugela falls adalah air terjun kedua tertinggi didunia. Ketinggian totalnya (lima kali terjun, amphitheater series) adalah 947 meter. 

Lokasinya di Drakensberg (Dragon’s Mountains) di Royal Natal National Park di KwaZulu-Natal Province, Afrika Selatan. Air terjun ini semakin nyata terlihat setelah hujan deras dari jalan utama menuju perjalanan dedalam taman. Sumber air berasal dari sungai Tugela River.
 
3. Air Terjun Tres Hermanas, Cataratas las
 


Ketinggian: 3,000 kaki/ 914 meter. Lokasi: Cordillera Oriental, Ayacucho, Peru. Di Peru terdapat air terjun ketiga tertinggi didunia dengan nama Three Sisters Falls(Cataratas las Tres Hermanas) di wilayah Ayacucho. Air terjun yang disebut Three Sisters karena terpisah dari tiga tingkatan. 

Dua dari jenjang atas yang hanya terlihat dari udara, dan air tetes ke dalam bak besar kurang enak di mana ketiga menceburi muncul. Air terjun yang hampir sepenuhnya dikelilingi oleh hutan, dan pohon-pohon di sekitar Three Sisters Falls mencapai setinggi 100 kaki. Air terjun ini mencapai ketinggian sekitar 914.

4. Air Terjun Olo'upena
 


Ketinggian: 2,953 kaki/ 900 meter. Lokasi: Hawaii, USA. Banyak orang tidak pernah mendengar tentang Olo’upena Falls, sebagian besar informasi tentang air terjun ini hanya dapat diproleh memalui foto udara. Volume air terjun yang tidak banyak, tetapi tingginya mencapai 900 meter, lebih tinggi daripada Waihilau Falls(792 meter), keduanya berlokasi di Hawaii.

5. Air Terjun Yumbilla, Catarata
 


Ketinggian: 2,938 kaki/ 896 meter. Lokasi: Cuispes, Amazonas, Peru. Kini telah dicatat Peru’s National Geographical Institute, bahwa di Peru telah ditemukan Yumbilla Falls di Peru dengan ketinggian 870 meter. Yumbilla Falls dengan empat aliran air yang besar. Penemuan ini menggatikan posisi dari Gocta Falls (771 meter), yang juga berlokasi di negara Amazon region.

6. Air Terjun Vinnufossen
 


Ketinggian: 2,822 kaki/ 860 meter. Lokasi: Sunndal, More Og Romsdal, Norway.

 
7. Air Terjun Baläifossen
 

Ketinggian: 2,788 kaki/ 850 meter. Lokasi: Ulvik, Hordaland, Norway.

8. Air Terjun Pu'uka'oku

 


Lokasi: 2,756 kaki/ 840 meter. Lokasi: Molokai, Hawaii, USA.

9. Air Terjun James Bruce
 


Ketinggian: 2,755 kaki/ 840 meter. Lokasi: Princess Louisa Provincial Marine Park, British Columbia, Canada.

10. Air Terjun Browne
 


Ketinggian: 2,744 kaki/ 836 meter. Lokasi: Taman Nasional Fiordlands, South Island, New Zealand.
 
Nah. Itulah tadi daftar air terjun yang konon tertinggi di dunia. Semoga bermanfaat....!

Selanjutnya...

Ritual Mandi Ludah, Ritual Aneh di India


Dijaman modern yang sudah canggih saat ini ternyata dijak mampu juga untuk menghapus adat-adat atau ritual-ritual masyarakat yang di tanamkan oleh nenekn moyang mereka. Banyak ritual-ritual aneh yang sampai sekarang ini  masih di pegang teguh oleh para masyarakat di dunia. Bia di tinjau dari segi kedokteran ataupun segi lainnya di dunia ini, ritual-ritual seperti ini memang tidak  masuk akal, mereka melakukan sesuatu untuk menyembuhkan ataupun menjauhkan penyakit dari tubuh mereka. Namun kepercayaan masyarakat di dunia memang berbeda-beda. Apapu itu selagi tidak usah kita perduliin, asal tidak menggaggu ataupun merugikan kita. Ngomongin masalah ritual kuno ini, berikut ini saya akan mencoba menguraikan sebuah contoh ritual aneh dan unik yang sampai saat ini masih di pegang teguh oleh sebagian masyarakat india. Ritual apakah itu? simak artikel berikut dibawah ini

Ritual kuno berumur ratusan tahun di India mengajarkan masyarakat Hindu kasta rendah untuk berguling di sisa makanan yang dibuang oleh kasta lebih tinggi. Hal itu dipercayai mereka dilakukan untuk menghilangkan penyakit. Yang unik, meski ritual ini telah ditentang oleh banyak pihak, masyarakat pelaku ritual ini tetap tak mau berhenti melakukan ritualnya.


Ritual ini sendiri disebut Made Snana atau Mandi Ludah, yakni ritual yang umum dilakukan di propinsi Karnataka ketika perayaan rutin yang dilakukan di kuil berumur 4000 tahun Kukke Subramanya. Ritual ini juga dilakukan di kuil Sri Krishna di kota Udupi.

Sebagai bagian dari ritual kuno, para Dalit, sebutan untuk anggota kasta paling rendah, berguling melintasi sisa makanan yang dimakan para brahmana, sebutan untuk orang dengan kasta lebih tinggi. Dengan bergulingnya mereka di sisa makanan tersebut, diyakini, semua kesusahan dan penyakit akan hilang dan disembuhkan.Festival rutin ini diikuti hingga 25.000 orang yang berguling di ‘sisa makanan’ para Brahmana.

Sementara, di sisi lain, ada sebagian Dalit yang tergabung dalam Organisasi Kesejahteraan Dalit, yang menganggap ritual ini tidak manusiawi dan tak dapat diterima. Jika memang dapat menyembuhkan penyakit secara efektif, harusnya pemerintah pusat menutup rumah sakit dan lembaga kesehatan formal lainnya.

Sedangkan pihak yang memprotes lainnya menganggap tradisi ini tak berbeda jauh kejahatannya dengan tradisi sati dimana para janda dibakar saat pemakaman suaminya. Bahkan menteri social dan kesejahteaan, A. Narayanaswamy, yang juga seorang Dalit, mengatakan bahwa tak ada toleransi bagi ritual ini. Ia tak peduli kasta mana yang berguling atau kasta mana yang membuang makanan, ritual ini tetap menjadi sebuah hal yang sangat tidak ilmiah dan menjijikkan.


Penjelasan akan ritual aneh ini pun dijelaskan oleh salah satu pengikutnya, seorang astrolog, Kabyadi Jayarama Acharva. Menurutnya, Snana tak ada hubungannya dengan pembagian kasta. “para Brahmana yang makan dianggap sebagai representasi dewa Subramanya, dan sisa mereka dianggap berkah dewa. Saya sendiri berguling snana saat umur 16 tahun dan penyakit kulit saya sembuh.

Beberapa pihak meyakini bahwa ada efek psikologis yang timbul saat melakukan ritual ini sehingga menyebabkan keyakinan pada diri mereka dan membantu menyembuhkan penyakit atau bahkan menyelesaikan problema yang mereka dapatkan.

Sementara debat mengenai ritual ini terus berjalan, ternyata satu-satunya cara untuk mengehentikan ritual ini adalah dengan merubah keyakinan para pengikutnya yang tentunya membutuhkan waktu lama untuk meyakininya.



sumber : 1000unik
Selanjutnya...