Rabu, 20 Juli 2016

Patokan dan Aturan Adat (ruhut-ruhut Paradaton) Punguan Tambunan Pagaraji dohot Boruna SEJABODETABEK

ADAT BATAK

1.    Ulos  di  ulaon  Unjuk   maksimum  11  Lbr
2.    Molo  ulaon, Suhut  Hahadoli/Anggi Doli, dinapasahat undangan harus melalui pengurus.
3.    Manontuhon  Panamboli Pengurus
Demikian  untuk  diketahui.  Ketua  Punguan Tambunan Pagaraji Sejabodetabek

Patokan dan Aturan Adat (ruhut-ruhut Paradaton)
Punguan Tambunan Pagaraji dohot Boruna
SEJABODETABEK


Patokan dan aturan adat adalah acuan atau cerminan untuk melaksanakan adat didalam sukacita maupun dukacita yang pelaksanaannya harus didasarkan pada falsafah “DALIHAN NATOLU“ yaitu Manat Mardongan Tubu, Elek Marboru dan Somba Marhula-Hula serta memperhatikan nasihat nenek moyang (Poda Ni Ompunta): si Jolo diseat hata asa diseat raut (di bicarakan sebelum dilaksanakan)
·      Sidapot solup do na ro (mengikuti adat suhut setempat)
·      Aek Godang tu aek laut, dos ni roha nasaut (Musyawarah mufakat )


BAB I
PASAL 1
PERKAWINAN
Pada acara pesta Perkawinan yang mutlak (martohonan) Suhi Ni Ampang Naopat
Pihak Paranak (pengantin lelaki) yang terima Ulos
·         Ulos Pansamot         : Orang Tua Pengantin
·         Ulos Paramaan         : Abang / Adik Orang Tua Pengantin
·         Simandokhon           : Ito Pengantin (sesuai Hasuhuton & Tonggo Raja)
·          Ulos Sihunti Ampang : Saudara (ito) atau Namboru Pengantin
·         Ulos Todoan            : Abang / Adik Ompung Suhut Pengantin
Pihak Parboru (Pengantin perempuan) yang terima sinamot
·         Sijalo bara/ Pamarai : Abang/ Adik Orang Tua Pengantin
·         Sijalo Simolohon       : Ito Pengantin (sesuai Hasuhuton & Tonggo Raja)
·          Sijalo Upa Pariban    : Kakak atau Namboru Pengantin
·         Sijalo Upa Tulang      : Tulang Pengantin
·         Sijalo Todoan           : Abang/ Adik Ompung Suhut Pengantin atau Urutan dalam pelaksanaan
·         Ulos Hela diberikan setelah Ulos Pansamot
·         Sijalo Pamarai diberikan setelah Sinamot Nagok diterima Suhut Parboru.
Pada acara Adat Perkawinan yang harus diperhatikan:
·         Tintin Marangkup diberikan kepada Tulang Pengantin Pria, bila perkawinan dengan Pariban kandung (boru Tulang), tidak ada Tintin Marangkup
·         Jumlah Tintin Marangkup, sesuai kesepakatan demikian pula panandaion bila ada
·         Ulos yang ditenunkan (tambahan) tidak boleh melebihi tanggungan parboru
·         Uang Pinggan Panungkunan, disesuaikan dengan besarnya Sinamot
·         Undangan pada Acara adat perkawinan Boru Sileban dan atau Bere Sileban, Suhu Namarompu-ompu na mewakili yang menerima Sinamot ni Boru Wajib memberikan ulos Herbang, namun pangalumbingina memberi Uang (Amplop) sebagai ganti ulos kepada pengantin dan atau hasuhuton parboru.
·         Undangan pada Acara adat perkawinan Bere Bao/Boru ni Sileban, Hula-hula atau Tulang Hasuhotan langsung ma menghadiri adat perkawinan tersebut dan menyampaikan ulos Herbang dari Punguan Borsak Jungjungan Sileban ohot BORU Sejabodetabek Wajib diberikan dan mewakil pengurus boleh hasuhuton langsung menguloshon.


PASAL 2
KEMATIAN
Pada Acara Adat Kematian (meninggal Dunia), Ulos yang berjalan dan Acara sesuai tingkat kematian :

2.1 Meninggal dari usia anak-anak sampai belum berkeluarga;
• Anak-anak dan baru lahir ; lampin atau saput dari Orang Tua
• Remaja/Pemuda ; Saput dari Tulangnya
• Kembali dari makam tidak acara lagi

2.2 Meninggal Suami/Istri;
• Tingkat kematian ditetapkan dalam Par-Rapoton/Tonggo Raja
• Ulos Saput/Tutup Batang Suami dari Tulangnya, Ulos Tujung/Sampetua   
   Istri dari Hula-hula
• Ulos Saput/Tutup Batang ISTRI dari Hula-hula, Ulos tujung/Sampetua
   Suami dari Tulangnnya
• Urutan pelaksanaan, Saput lebih dulu baru Tujung (berubah sesuai
   kondisi)
• Tingkat kematian Sarimatua, kembali dari makam ada acara buka
   tujung, bagi yang masih menerima Tujung
• Tingkat kematian Saurmatua, kembali dari makam ada acara Buka
   Hombung:
   – Kalau SUAMI Meninggal Tulangnya siungkap Hombung
   – Kalau ISTRI Meninggal Hula-hulanya siungkap Hombung

Pasal 3
PARJAMBARAN
Pada setiap Acara Adat Pesta Perkawinan dan kematian berjalan Parjambaran, pada dasarnya sebelum pelaksanaan harus dibicarakan lebih dahulu :

3.1 Parjambaran di Acara Adat Pesta Perkawinan, Panjuhutinya Pinahan/Lombu Sitio-tio

3.1.1   Mengkawinkan anak laki–laki :
a.    Bila adatnya Alap Jual : Parjambaran Sidapot Solup na Ro
b.    Bila adatnya Taruhon Jual : Osang utuh diparanak, untuk diberikan kepada hula-hula (Sijalo Tintin Marangkup), ihur-ihur (Upa Suhut) diparanak dan diberikan Ulak Tandok ni Parboru,
c.     Somba – somba dan soit dibagi dua dan parngingian (kiri) di Paranak :
(1) Somba – somba untuk Horong Hula-hula dan Tulang Rorobot.
(2) Soit untuk Horong Dongan Tubu, Pariban, Ale-ale, Dongan Sahuta, dll.
(3) Parngingian/Parsanggulan untuk Boru / Bere.
(4) Ikan (dengke) dari Parboru untuk Hasuhuton.

3.1.2   Mengawinkan anak Perempuan :
a.    Bila adatnya Alap Jual : Parjambaran Sidapot Solup na Ro.
b.    Bila adatnya Taruhon Jual : Osang Utuh di Parboru untuk diberikan ke Hula-hula dan Tulang Rorobot, Ihur – ihur (Upa Suhut) di Parboru untuk Hasuhuton
c.    Somba – somba dan Soit dibagi dua dan parngingian (kanan) di Parboru :
(1) Somba –somba untuk Horong Hula-hula dan Tulang Rorobot.
(2) Soit untuk Horong Dongan Tubu, Pariban, Ale – ale, Dongan Sahuta, dll.
(3) Parsanggulan/Parngingian untuk Boru / Bere.


3.2 Parjambaran Di Acara Kematian Sarimatua/Saurmatua Boan Na Sigagat Duhut

Contoh :
Ulaon : ........
Hasuhuton : ...........
Bona ni Hasuhuton : ..............
Paidua ni Hasuhuton : ..........
Hasuhuton Bolon : ..........



3.2.1 DONGAN SABUTUHA

a. Panambuli :
b. Pangalapa/Pamultak :
c. Panambak/Sasap :
d. Ihur–ihur/Upa Suhut :
e. Uluna/Sipitudai : Jambar Raja (Parsadaan dan Punguan)
    Orang biasanya diberikan ke Protokol dan Sitoho-toho.
f. Ungkapan : Haha Doli Suhut Bolon.
g. Gonting : Anggi Doli Suhut Bolon.

3.2.2 BORU/BERE/IBEBERE
a. Tanggalan Rungkung Partogi : Boru ni Parsadaan.
b. Tanggalan Rungkung Mangihut : Boru ni Punguan.
c. Tanggalan Rungkung Bona–bona : Boru Diampuan/Bere – Ibebere.

3.2.3 HULA – HULA
a. Tulang Bona : Pangalapan Boru/Hula-hula Tangkas.
b. Tulan Tombuk : Namamupus/Tulang.
c. Somba–somba Siranga : Tulang Rorobot, Bona Tulang, Bona Hula.
d. Somba–somba Nagok : Bona na ari.
e. Tulan parsiat : (Hula-hula, Haha Anggi, & Anak Manjae)

2.4 DONGAN SAHUTA / RAJA NARO.
a. Botohon : Sipukkha Huta/Dongan Sahuta.
b. Ronsangan : Pemerintah setempat.
c. Soit Nagodang : Pariban, Ale-ale, Pangula ni Huria, Partungkoan.
d. Bonian Tondi : Pangalualuan ni Nipi (teman curhat).
e. Sitoho-toho : Surung-surung ni namanggohi adat (orang yang sering datang).
f. Pohu : Penggenapi isi tandok Hula-hula
g. Sohe/Tanggo : Penggenapi jambar yang belum dapat, dan lain-lain.




3. PENJELASAN BENTUK DAN LETAK PARJAMBARAN

3.1 NAMARMIAK-MIAK (PINAHAN LOBU)
a. Osang-osang : rahang bawah
b. Parngingian : kepala bagian atas
c. Haliang : leher
d. Somba-somba : rusuk
e. Soit : persendian
f. Ihur-ihur/Upa Suhut : bagian belakang sampai ekor
(Parjambaran Namarmiak – miak ini berlaku di Humbang)

3.2 SIGAGAT DUHUT
a. Uluna/Sipitu dai : kepala atas dan bawah (tanduk namarngingi dan  
osang)
b. Panamboli : potongan leher (sambolan)
c. Pangalapa/Pultahan : perut bagian bawah (tempat belah)
d. Panambak/Sasap : pangkal paha depan
g. Ungkapan : pangkal rusuk depan
e. Gonting : pinggul/punggul
f. Upa Suhut/Ihur-ihur : bagian belakang sampai ekor
g. Tanggalan Rungkung : leher (depan sampai dengan badan)
h. Tulan Bona : paha belakang
i. Tulan Tombuk : pangkal paha belakang
j. Somaba-somba Siranga : rusuk-rusuk besar
k. Somaba-somba Nagok : rusuk paling depan (gelapang)
l. Tulan : kaki di bawah dengkul
m. Botohon : paha depan
n. Ronsangan : tulang dada (pertemuan rusuk)
o. Soit Nagodang : persendian
p. Bonian Tondi : pangkal rusuk iga
q. Sitoho-toho : sebagian dari osang bawah
r. Pohu : bagian-bagian kecil
s. Sohe/Tanggo-tanggo : cincangan
(Parjambaran Sigagat Duhut di Humbang)


Pasal 4
MANGADATI

Mangadati adalah pelaksanaan ”menerima/membayar” adat perkawinan (marunjuk) yang telah menerima pemberkatan nikah sebelumnya, dimana kedua belah pihak orangtua sepakat, adatnya dilaksanakan kemudian dan atau kawin lari (mangalua) dimana acara ini dilaksanakan pihak pengantin laki-laki (Paranak). Karena itu ”mangadati” tidak sama dan bukanlah manjalo sulang-sulang ni pohompu.
A.        Tahapan yang harus dipenuhi sebelum Mangadati :
1.    Pada acara partangiangan (pengucapan syukur) pemberkatan nikah, Paranak wajib mengantar ”Ihur-ihur” kepada pihak pengantin perempuan (Parboru) sebagai bukti bahwa putrinya telah di-paraja (dijadikan istri).
2.    Pihak paranak melakukan acara manuruk-nuruk (suruk-suruk) meminta maaf dengan membawa makanan adat kepada pihak Parboru(hula-hula).
3.    Pihak Paranak melakukan pemberitahuan rencana ”mangadati” kepada pihak Parboru, dengan membawa makan adat. Acara ini merancang (mangarangrangi) ”Somba ni uhum: (sinamot), ulos herbang, dan yang berkaitan dengan mangadati.
B.        Acara ”mangadati” dilaksanakan di tempat pihak Paranak, sehinga pelaksanaan sama dengan pesta adat ”taruhon jual”, yakni pihak Parboru datang dalam rombongan membawa beras, ikan, dan ulos.
C.        Parjambaran: ”Sidapot solup do naro”

Pasal 5
MENDAMPINGI, MANGAMAI, MANGAIN
Pengertian umum adalah suatu proses untuk perkawinan campuran antara anak/boru dengan anak/boru suku/bangsa lain (Marga Sileban), dimana pelaksanaanya dilakukan sesuai dengan adat Batak. Penerapannya dilakukan sesuai tahapan dan aturan masing-masing sebagai berikut :



1.           MENDAMPINGI

Marga Sileban yang berkehendak agar anaknya (pria/wanita) melangsungkan perkawinan adat Batak dengan anak/boru Batak, Marga Sileban cukup meminta kepada satu keluarga Sileban yang mau mendampingi dengan fungsi sebagai wakil/juru bicara/Raja parhata, dengan demikian :
a.     Mendampingi Parboru, Sijalo Sinabot harus Marga Sileban, yang mendampingi hanya menerima uang kehormatan saja
b.     Mendampingi Paranak, Sijalo Ulos Suhi ni Ampang Naopat harus keluarga suku lain (Marga Sileban), yang mendampingi hanya menerima Ulos Pargomgom.
c.      Yang mendampingi tidak boleh melakukan Tonggo/Ria Raja dan Papungu Tumpak.

2.           MANGAMAI

Marga Sileban yang berkehendak agar anaknya (pria/wanita) melangsungkan perkawinan adat Batak dengan anak/boru Batak. Marga Sileban harus datang secara adat, membawa makanan na marmiak-miak, memohon kepada keluarga Sileban yang mau Mangamai dihadapan Dongan Tubu, Boru/Bere, Dongan Sahuta.
Dengan restu hadirin, yang Mangamai mangupa dengan menyatakan kesediaan untuk melaksanakan tahapan adat perkawinan yang dimaksud pihak Marga Sileban, kemudian Marga Sileban memberikan Piso-piso dan Pasituak Natonggi kepada semua hadirin. Sehingga yang diamai dengan yang Mangamai sudah menjadi Dongan Sahundulan yang sifatnya permanen.
Dalam hal Mangamai Paranak, yang menerima ulos diatur sebagai berikut
Ulos Pansamot                   : Orangtua kandung Marga Sileban.
Ulos Paramaan                   : Yang Mangamai.
Ulos Todoan                      : Marga Sileban atau keluaga yang Mangamai.
Ulos Sihunti Ampang : Boru yang Mengamau atau Marga Sileban.
Ulos seterusnya diatur pembagiannya sesuai dengan kesepakatan.
Tintin Marangkup tetap harus diberikan ke Tulang pengantin pria Marga Sileban.
Dalam hal Mangamai Parboru, yang menerima Sinamot/tuhor diatur sebagai berikut :
Sinamot nagok                  : Orangtua kandung Marga Sileban.
Paramaan                          : yang Mengamai.
Todoan                             : Marga Sileban atau yang Mengamai.
Pariban                             : Boru yang Mengamai atau Boru Marga Sileban.

Upa Tulang harus diberikan kepada Tulang pengantin wanita Marga Sileban.
Panandaion/Sipalas roha diatur pembagiaanya sesuai kesepakatan.

3.           MANGAIN

Marga Sileban yang berkehendak anaknya (wanita) melangsungkan perkawinan adat Batak dengan anak (pria) Batak. Marga Sileban harus datang secara adat, membawa makanan namarmiak-miak, memohon kepada keluarga Sileban yang mau Mangain dihadapan Dongan Tubu, Boru/bere, Hula-hula/Tulang, Dongan Sahuta.

Tahapan Pelaksanaan:
1. Marga Sileban atau pendampinganya menyerahkan tudu-tudu sipanganon.
2. Marga Sileban menyerahkan putrinya kepada Marga yang Mangain.
3. Yang Mangain, marmeme dan manghopol dengan Ulos parompa.
4. Hula–hula yang Mangain (Tulangna) memberikan ulos parompa.
5. Marsipanganon.
6. Hata Sigabe-gabe.
Yang Mangain akan menempatkan yang diain pada urutan anggota keluarga yang tidak mengubah Panggoaran (buha baju) yang sudah ada. Selanjutnya, keluarga yang Mangain bertanggung jawab melaksanakan kewajiban adat Batak kepada yang diain. Pada acara perkawinan yang diain, yang menerima Sinamot Nagok dan Suhi ni Ampang Naopat adalah Marga yang Mangain dan keluarga. Orangtua kandung marga Sileban menerima Sinamot (panandaion) sebagai penghargaan atau penghormatan.
Pada dasarnya kedudukan Anak atau Boru yang Didampingi, Diamai, Diain, tidak sama, dan tidak punya kaitan apapun dengan ”pewarisan”. Masing masing hanya terbatas pada proses adat yang dilakukan.

Pasal 6
MANGANGKAT /MANGADOPSI
Suatu proses seorang anak (pria atau wanita) masuk dalam keluarga menjadi anak/boru, baik karena belum mempunyai keturunan maupun karena suatu hal.
1.    Meminta persetujuan Haha/Anggi dan Ito, serta Hulua-hula (sekandung).
2.    Mengurus kelengkapan dari catatan sipil.
3.     Mengurus babtisan dari gereja.
4.     Melakukan pengukuhan secara adat dihadapan :
·      Dongan Tubu
·      Hula – hula dan Tulang
·      Boru / Bere
·      Dongan Sahuta
·      Raja Bius (Parsadaan dan Punguan)
5.    Untuk acara pengukuhan Boru (putri) oleh namarmiak-miak, tetapi untuk pengukuhan anak (putra) sebaiknya sigagat duhut, karena kehadirannya. Selain pewaris juga akan menjadi penerus keturunan.

Tahapan pelaksanaan :
1.    Penjelasan tentang tata cara.
2.    Pasahat tudu-tudu sipanganon
3.    Hula-hula dan Tulang mangupa / marmeme dan memberi Ulos Parompa
4.    Marsipanganon
5.    Yang Mangangkat menyerahkan Piso-piso dan Pasituak Natonggi kepada semua undangan (Upa Raja Natinonggo).
6.     Pasahat Piso-piso dan Pasituak Natonggi kepada hadirin.
7.     Hata Sigabe-gabe.
Pasal 7
ULOS HERBANG

Ulaos Herbang untuk diberikan ke pihak Paranak pada acara perkawinan Boru Sileban banyaknya 17 (tujuh belas) lembar, bila ada tambahan/titilan Paranak, tidak boleh lebih dari yang disediakan Sileban dan Ulos Herbang yang akan diterima pada acara perkawinan anak (putra) Sileban Banyaknya tidak dibatasi. Dalam menentukan banyaknya Ulos Herbang, hendaknya tetap memperhitungkan waktu penyerahan.
Pasal 8
CATATAN/PERHATIAN

1.     Pada setiap acara adat pesta perkawinan dan kematian yang berhak menerima dan memberikan adat anĂ­llala anggota yang sudah diadati (beradat).
2.     Kalau pesta adat pamuli Boru Sileban agar yang menerima jambar tuhor ni boru namarompu-ompu ma sebagai perwakilan memberikan Ulos Herbang dan udurannya memberika uang (Amplop) ke pengantin sebagai ganti ulos.
3.     Pada kejadian dukacita (mate) di mana statusnya Sarimatua atau Saurmatua, bila boannya Sigagat Duhut, tidak boleh lagi dijalankan teken les, diganti namanya tumpak.
Acara Patua Hata dan Parhusipon, dapat dilaksanakan oleh tingkat Suhut sa Ompu, tetapi Acara Tonggo Raja/Maria Raja harus sampai tingkat Borsak Jungjungan.
4.     Pesta adat (unjuk) yang oleh karena keterbatasan Undangan/gedung, hendaknya tetap ulaon Borsak Jungjungan, karena hanya menambah lebih 5 (lima) undangan. Misalnya mengundang paling sedikit seorang dari masing-masing : Haha Doli Datu Bira, Paitonga Datu Mangambe dan Anggi Doli Datu Guluan, Raja parhata, Pengurus Parsadaan Borsak Jungjungan dan atau perwakilan wilayah/sektor.



Pasal 9
PENUTUP
1.     Patokan dan Aturan Adat ini dalam penerapannya tidak boleh menjadi beban pikiran dan menimbulkan kerugian Suhut Bolon.
2.     Hal-hal yang berjalan di luar Patokan dan Aturan Adat ini, harus dicatat menjadi dokumen Pengurus Pusat dan dilaporkan tertulis ke Penasehat Punguan Borsak Jungjungan.
3.     Patokan dan Aturan Adat yang Belum tertuang, akan ditetapkan oleh Pengurus Pusat, setelah disetujui oleh Penasehat.

Ditetapkan di: Jakarta





















BAB II
ADAT PANGOLI ANAK/PAMULI BORU
PANGHATAION DI ULAON PAMULI BORU/PANGOLIHON ANAK

ULAON PANGOLIHON ANAK/PAMULI BORU
Simulasi Ruhut –ruhut ni Pangkataion di ulaon adat :
Marhata Sinamot
PRB = Protokol parboru
PRA = Protokol paranak
PSR = Parsinabung Parboru
PSA = Parsinabung paranak

Dialap Jual (Ulaon di Pihak Parboru)

PRB    : Dihita Hasuhuton Parboru, Raja ni dongan Tubunami Pomparan Ni Oppunta….., Boru dohot Bere , suang songoni Raja ni dongan sahuta nami dohot Ale-ale, Asa masuk ma Hita tu Bagas Gedung on, Nungnga di parade Hasuhuton Inganan Di Hita sabola Siamun molo Masuk tu bagas Gedung on. Mauliate
PRB    : Dihamu Raja ni Pamoruon Nami Rajai….., Nungnga huparade Hami Inganan di Hamu disabola Hambirang molo masuk tu bagas gedung on. Mauliatema 
PRA    : Mauliate ma Rajanami, laos mangido tikki Hami satokkin, asa hugorahon Hami jolo asa masuk Hami namardongan tubu, Boru dohot Bere nami. (Laos Digorahon)
* Molo Ulaon dialaman ni Parboru rap masuk do Pihak paranak dohot Parboru, alai ianggo hasuhuton bolon di luar dope laho mandongani Pengantin laho masuk tu Gedung.
PRB    : Dihamu saluhutna Napinarsangapan Amanta Raja dohot InantaSoripada, Ala naeng masuk ma Pengantin Asa jong-jong ma Hita Saluhutna laho manomu-nomu Pengantin. (laos di pangido musik)
Dung Sikkop sude parhundul ni na dua hasuhuton, laos ditorushon protokol ni Parboruma manggorahon horong ni Hula-hula dohot Tulang.

PRB    : Di hamu Raja ni Boru nami asa pareso Hamu jolo haradeon ni Hula-hula dohot Tulangta. Nungnga mangarade nasida? mauliate ma. Laos songonima dihamu Nahuparsangapi Hami : Raja ni Hula-hula Nami Rajai….., suang songoni Tulang Nami Raja i …., Bona Tulang Rajai…., Tulang Rorobot Nami Rajai…., Tulang Bona ni Ari Raja i…, Suang songoni Hula-hula nami sian na marhaha-maranggi Raja i…. dohot Hula-hula ni Anak manjae Rajai…..,  Raja nami Raja bolon, molo dung do sahat hamu Rajanami di harbangan ni huta nami asa mangarade ma hamu Rajanami Asa Ro ma Hami Pamoruon mu Laho manomu-nomu Haroro niRajai. Alai Mangelek hami di Tua ni Sangapmu Rajanami, molo tung si sahali manggorahon si sahali manomu-nomu pe Hami di haroro mu Horong ni Hula-hula nami dohot Tulang nami, Asa las ma Rohamu. (laos di pangido Musik)
·         Borhat ma suhut Par Boru laho manomu-nomu Horong ni Hula-hula dohot Tulang. (protokol manuru pamoruanna laho patuduhon hundulan di horong ni Hula-hula dohot Tulang)
PRB    : Hugorahon hami sahali nari, Dihamu saluhut na Na huparsangapi Hami, Raja ni Hula-hula nami dohot Tulang nami, molo tung adong dope nahurang singkop di panggoraon  nami narade dope hami manggorahon laos manomu Hamu Raja nami, alai molo dung do singkop Mauliate ma.
PRB    : jadi songoni ma Raja ni Amang boru,ala naung sikkop Hugorahon hami saluhut na Raja na huontang Hami dohot uduranna di bagasan ulaonta sadarion, on pe Partikkian on Hupasahat Hami majo tu Hamu, mauliate.
PRA    : Mauliate malambok pusu ma di hamu Raja ni Hula-hula nami Rajai….,onpe Partingkian on hupangke Hami majo Raja nami, Mauliate.
(laos sarupa do hatana songon Protokol ni Suhut Par boru)
PRA    : Dihamu Raja ni Hula-hula nami Rajai…..ala nungnga singkop be sian hami Pamoruan muna ,nuaeng pe Partingkian on hupasahat hami ma tu Rajai.
PRB    : Mauliate ma di hamu Amang boru,jala nueng pe,molo dang adong be sipaimaon ta asa tatorushon ma ulaonta.
PRA    : Nauli Rajanami, asa nuaeng pe.molo dung Mangarade Raja I asa Roma hami laho pasahat hon siboanon nami tu Hamu Raja nami
PRB    : Nauli Amang boru,roma Hamu. (Songoni ma dihita hasuhuton, asa tu son ma hita manjalo nabinoan ni Parboruonta, laos songoni ma nang di hita namar-dongan tubu asa rap mahita tu jolo on)
PRA    : Dihita hasuhuton Paranak asa tu son ma hita laho pasahat hon sipasahaton ta tu Hula-hulanta.laos songonima nang di hita namardongan tubu ,asa rap pasahathon ma hita, tu son ma Hita.
PRA    : Mauliate ma di Tuhan,mauliate ma nang dihita saluhutna.di hamu Raja ni Hula-hula nami Rajai…., di ari nauli di bulan na denggan on rodo hami Pamoruon mu Marga……, laho pasahathon tudu-tudu ni sipanganon natabo tu adopan muna, dalan nami antong laho pasangaphon hamu Raja ni Hula-hula nami dohot uduran ni Rajai. asa dapot ma songon na nidok ni natua-tua: sititi ma sigoppa golang-golang pangarahutna, otik so sadia sipanganon na boi tar patupa hami ditingkion asi roha ni Tuhan sai godang ma Pinasuna. Asa bagot na marhalto ma na tubu di robean, Horas ma Hamu Hula-hula nami na mangan-hon tu tambana ma passamotan di hami Borumu na mangalean. Botima Mauliate.
PRB    :Nuaeng pe mangarade ma hamu Amang boru,asa dos nangkokna dohot tuatna, Hami pe antong adong do nanaeng si pasahaton nami tu Hamu.
PRA    : Nauli Raja nami,nungnga rade be hami.
PRB    :Di hamu Raja ni Pamoruon nami Rajai…., Dison ro do hami Hula-hulamu Raja….., laho pasahathon dekke simudur-udur,dekke sitio dekke sahat. Anggiat asi roha ni Tuhanta , sai sauduran hamu rap dohot sude pinompar mu tu dolok tu toruan, Tio nang dalan ni Passamotan dapoton muna, jala sahat ma nauli na denggan jaloon mu tujoloan ni ari on. Asa bagot na marhalto ma na niagatan di robean,horas mahamu Pamoruon nami na manjalo suang songonima hami Hula-hula mu namangalean. (laos mar sijalangan)

PRB    : jadi songoni ma Amang Boru,ala hamu do na patupahon si panganonta, sian hamu ma mambahen tangiang marsipanganon.
PRA    : dos rohantta Raja nami. (laos dibahen ma tangiang)
PRB    : di hamu saluhut na nahu parsangapi hami, Raja ni dongan tubu, Raja ni boru nami dohot Raja ni dongan sahuta nami dohot ale-ale suang songoni Raja ni Hula-hula nami dohot Tulang. Dison nungnga Hujalo hami tudu-tudu ni sipanganon sian Pamoruonta Raja…,molotung pe nuaeng di jolo ni Hasuhuton on naung rap mangadopi ma hita saluhutna , Botima.
PRA    : (laos di hatahon muse songon hata ni PRB) Di Hamu Raja ni Hula-hula nami, asa mangarade ma hamu Raja nami, naeng ro ma hami tu adopan mu pasahathon sulang-sulang natabo.
PRB    : nauli Amang boru roma hamu,nungnga mangarade be hami.
PRB    ; manggorahon Dekke siuk na binoan ni horong ni Hula-hula dohot Tulang dohot sian namardongan tubu... (Hujalo hami do dekke siuk sian……..)
PRA    ; mangorahon dekke siuk na pinasahat ni horong ni Hula-hula dohot Tulang.
PRA    ; Pasahat hon dekke na tabo tu sude tutur na niontang tu ulaon i. Dohot dekke lompan tu horong ni hula-hula dohot Tulang. Marsipanganon………..
PRB    ; Boha Amang boru, ianggo namarsipanganon ditorushon ma mangan, alai ianggo hita nga boi ra ta torushon ulaonta on. Jadi songonima di hamu saluhut na nahu parsangapi hami Amanta Raja dohot Inantasoripada, molo namarsipanganon dope ditorushon ma mangan , Bosur be ma Hita. Songoni ma Amang boru, nakkaning nungnga tangkas Hujalo Hami tudu-tudu ni sipanganon natabo sian hamu, jala nuaeng pe antar behama partonding ni on, hu pasahat hami ma tu Hamu.
PRA    ; mauliate ma Raja nami di pandohan munai,alai ala nunnga tangkas Hupasahat hami tuadopan ni Rajai, jala muse dialaman ni Raja i do ulaonta sadari on. Ala ni i hupasahat hami matu Raja i, Hamu ma na mangaturhonsa, Botima Raja nami.
PRB    ; mauliate ma di dos ni rohanta Amang boru. Jadi asa dos rohanta songononma par tonding na, didok di hata ni natua-tua Andorang so di seat raut jumolo ma di sukkun hata. Disi tano ni inganhon disi do langit ni jungjung, disi luat na ni dapot hon disi do solup parsuhathonon. Jadiianggo solup namasa di hutanami on taringot tu parjambaran tar songonon ma Amang boru,
* osang Himpal Tu Hula-hula nami mai Pasahaton
* upe suhut ulakni tandok nami mai.
* Asing ni I Sibagi dua ma sude tabahen Amang boru.
Beha Amang boru nungnga uli jala une songoni???.
PRA    : nungnga tung las roha nami disi Raja nami, taulahon ma.
(ditingki mar bagi jambar, mangido tingki do suhut Paranak laho papungu Tuppak sian sude uduran ni Paranak)
Dung sidung marbagi jambar dohot Papungu tuppak mar sipadosan tahi ma suhut Parboru di nalaho manontuhon nagabe Raja Panungkkun tu Suhut Paranak.
PRA    ; Di hamu Raja ni Hula-hula nami Rajai….., mauliatema dinaung dilehon hamu partikkian di hami laho pa pungu tuppak.ala nungnga sikkop be Raja nami , partikkian on hupasahat hami muse tu Hamu. mauliate.
PRB    ; Jadi songonima Amang boru, nungnga boi be tamulai ulaonta , alai mangido tikki hami satokkin asa jolo mardos ni roha jolo hami namardongan tubu.
Di hamu saluhut na na dihaholongi hami; Raja ni dongan tubu nami, Raja ni boru nami, suang songoni Raja ni dongan sahuta nami dohot ale-ale, ala naeng pukkaontama mangkatai dohot Raja ni pamoruonta Rajai…., asa martangi-tangian ma hita, tabuat be ma huddulanta, sonang ma hita di ingananta be. Tar-lumobi ma di hamu na huparsangapi hami : horong ni Hula-hula dohot Tulang nami, Raja nami Raja bolon, Asa pos roha nami Pamoruonmu laho Pasahathon Pakkataion on tu Raja Parsinabung nami, Hami sian Hasuhuton manangkasi inganan dohot huddulan ni Rajai. Molo tung pe songoni naboi tar-patupa hami hundulan ni Rajai, naung di sabola siamun nami ma Hamu Raja nami, Boha Raja nami nungnga sikkop jala une hundulan ni Rajai??. Mauliate ma.
PRB    : Jadi songoni ma da hita na mardongan tubu Pomparan ni Ompunta…., tangkas tutu di ulaonta na sai laon, si sada hasuhuton do hita si sada anak si sada boru huhut si sada ulaon. Ditingki on di ombas on sian hami pomparan ni Ompunta si no….. nagabe bona nihasuhuton. Asa dapot ma songon na ni dok ni natua-tua nigalmit huling-huling tarida ma holi-holi, molo marulaon tutu anggina hahana ma na gabe Raja panamboli. Antong Raja ni Haha doli/Anggi doli, pangkataion on hupasahat hamima tu hamu, asa hamuma Raja doli na gabe Raja Panungkun tu Raja ni pamoruonta marga …., Pangkataion on hupasahat hami ma tu hamu. Mauliate.
(mar si padosan tahi/hata ma pomparan ni haha doli/anggi doli, manang na ise na gabe Raja Parsinabung)
PSR     : Mauliate ma hupasahat hami tu hamu bona ni hasuhuton, nuaeng pe pangkataion on nungnga sahat be tu hami, asa dos ma rohanta saluhut na pomparan ni oppunta……si sada anak si sada boru huhut si sada ulaon do hita. Asa tappulon ni si baganding di dolok ni pangiringan, horas ma hita namarhaha-maranggi huhut mar-si pairing-iringan. Jala nuaeng pe,songoni ma di hamu nahuparsangapi hami Amanta raja dohot inanta soripada songoni nang Raja niboru/bere dahot Raja ni dongan sahuta nami, ala naeng pukkaonta nama di namangkatai dohot Raja ni pamoruonta Raja …., asa tabuat be ma hundulanta sonang ma hita di ingananta be rap ma hita martangi-tangian.
Suang songonima dihamu na huparsangapi hami Raja ni hula-hula dohot Tulang nami.
1.    Hula-hula nami Rajai ........
2.    Tulang nami Rajai .......
3.    Bona Tulang nami Rajai…..
4.    Tulang Bona ni ari nami Rajai…..
5.    dohot Tulang Rorobot nami Rajai…..
6.    suang songoni Hula-hula sian namarhaha maranggi, Rajai…, Rajai…, Rajai..,
7.     dohot Hula-hula ni Anak manjae, Rajai...…, Rajai….., Rajai....…,
Raja nami Raja Bolon, tung mansai sangap do Hamu di Hami, tung songoni pe Hundulan na boi tarpatupa hami di hamu, naung di sabola siamun nami ma hamu Raja nami, di nanaeng mamukka pangkataion hami dohot Raja ni pamoruon nami Raja….., asa marpanungkun hami di parhundul ni Rajai, Boha Raja nami nungnga uli jala une hundulan ni Raja i??? na pos do rohanami,natontong do hami mangido panuturion sian hamu hula-hula dohot Tulang nami, dipakkataion nami annong rap dohot Raja ni Pamoruon nami alani i mauliate ma hupasahat hami tu hamu, mauliate.
Jadi songoni ma Amang boru, ia hami Hula-hula mu, nungnga marsipasadaan hata be hami di nalaho manungkkun hamu. On pe partingkian on hupasahat hami ma jo tu hamu, botima.
PRA              : Mauliate ma Raja nami, hami pe antong mangido tingkki ma jolo satongkin asa marsipadosan tahi hami na mardongan tubu.
(laos sarupa do tu na niulahon ni Parboru laho manontuhon nagabe parsinabung)
PSA              : Jadi mauliate ma di Hamu Raja ni Hula-hula nami Rajai….., nungnga sada rohanami laho mangalusi sungkun-sungkun ni Raja i, antong partingkian on hupasahat hami ma tu Hamu ,mauliate.

PSR              : Mauliate ma di Tuhan, mauliate ma nang dihita saluhut na.
Artia mula ni ari sipaha sada bona ni bulan, Raja ni amang boru, asa tangkas hita di namangkatai diadopan ni angka Raja padalan hamu majo pinggan Panungkunan.
PSA              : Mauliate ma di hamu Raja nami, asa baris-baris ni gaja ma ninna di rura pangaloan, molo dung marsuru antong Rajai tangkas ma i oloan, ai molo ni oloan asi roha ni Tuhan luju-luju do nang angka pangomoan. Boru nami... , pasahat hamu tu adopan ni Raja i.
PSR              : Mauliate ma di Tuhanta, mauliate ma nang dihamu Amang boru, Dison nungnga tangkas hujalo hami pinggan panungkunan, Panungkunan ni angka nauli panungkunan ni angka nadenggan, ima namarhitehon pinggan pasu na hot di hundulanna, sai di pasu –pasu Tuhanta ma hita saluhut na jala hot ma hita di uhum dohot ruhut-ruhut ni paradatontai. Peak do di atasna parbue sipir ni tondi, parbue sakti parbue siribur-ribur. asi ma roha ni Tuhan dihita, torop maribur ma pinomparta tu joloan ni ari on. sakti madingin nang pakkilaanta. Asa pir ma pongki bahul-bahul passalongan, pir ma tondinta sai tiur ma nang angka passamotan. Adong muse do dison napuran si rara uruk, napuran tiar hasoloan ni angka boru ni Raja di parlape-lapeanna. Rata ma antong parniidaanta tu joloan ni ari on, tiar nang panggabean dohotparhorasan. Asa napuran tano – tano ma ranging mar siranggongan, badanta pe antong padao-dao, tondintai di gonggom Tuhan. Dibahen hamu do muse dison Amang boru sian si haadongan munai ringgit sitio suara, ringgit na marmata na pinature ni pamarentanta, sipalas roha ni amanta Raja, baen homitan ni Inanta soripada. Napatandahon ma on asa tio ma hita di namarsuara sada nang di pambahenan. Raja ni Amang boru sian ringgit sitio suara on hubuat hami majolo tolu, mamasu-masu ma Tuhanta, tujoloan niarion lam ditambai dihita dalan ni ngolu. Sada maon pinasahat ma tu hita namardongan tubu sian pomparan ni ompunta Haha doli dohot anggi doli nami, sada ma on tu hita na marhaha maranggi, ianggo na sasadaon didok dihata ni natua-tua nidurung pora-pora laos mangihut dohot sibahut, nungnga tangkas pinungka pangkataion binahen majo on tu bagas hajut. Amang boru, mauliate ma dohonon nami tu hamuna nungnga tung tangkas be sahat hujalo hami pinggan panungkunan , asa bona ni aekpuli ma di dolok nisitapongan tu joloan ni ari on Amang boru asi roha ni Tuhanta sai dapot ma di hamu angka nauli martamba-tamba nang angka pangomoan. Didok dihata ni natua-tua ”binutbut duhut-duhut laos mangihut si marhalosi, nungnga ni jalo pinggan panungkunan asa mulak ma muse on tu hamu Amang boru gabe pinggan pangalusi. (boru nami pasahat hamu tu jolo ni raja ni paribanmu)
PRA              : Mauliate ma hupasahat hami tuhamu Raja ni hula-hula nami Rajai….., jala nuaeng pe dihita namardongan tubu. dison nungnga sahat tu hita pinggan pangalusi dohot sada ringgit si tio suara, asa sada ma rohanta di nalaho mangalusi sungkun-sungkun ni hula-hulanta. Jadi songoni ma Raja nami ia hami pamoruan mu marga…. nungnga rade be hami Raja nami.
PRB              : Mauliate ma parjolo tadok tu Debata, ala siala denggan nibasana namangalehon partingkian dihita dibagasan las niroha, boi hita marpungu diantaran nabidang lobuan na bolon on, pangantaran di anak hamulian ni boru on. Jala hipas do hamu saluhutna pamoruon nami rap dohot uduranmu ro mandapothon hami di bagasan ombason. Jala hami pe antong tontong do dibagasan hahipason sonang so hariboriboan di dapot hamu, Jala nuaeng pe Raja ni amang boru nungnga hundul hita di atas ni hurosi namarudur, singkat ni amak tiar, asa tiar ma antong parhorasan dohot panggabean di ulaonta sian namamungka sahat ro dina mangujungi. Raja ni Amang boru, nangkaning nungnga tangkas hujalo hami sipanganon natabo sian hamu pamoruon nami Raja…., Nungnga bosur hami mangan mahap marlompan juhut sombu nang uas minum aek si tio-tio naung pinasahat munai. Asi antong roha ni Tuhanta sai pamurnas mai tu daging saudara mai tu bohi, si pasindak panaili mai huhut si paneang holi-holi. Asa bagot na marhaltoma natubu di robean, horas mahami hulahulamu nammanganhon tu tambanama passamotan di hamu boru nami na mangalean.
Somalna mai Raja ni Amang boru sai jolo dinangnang do ninna asa di nungnug, sai jolo pinangan do antong asa sinungkun. Ia namanungkun ma hami nuaeng taringot tu sintuhu ni sipanganon masak naung ta hasagathon i, diama laklakna-diama unokna, diama tutu hatana jala aha ma nanidokna. Sidok botima hami Amang boru.
PRA : Mauliate ma Raja nami, suang do dohonon nami songon nanidok ni Rajai, tontong do hami mandokmauliate godang tu Tuhani ala dibagasan hahipason do hami ro mandapothon Hamu tu tonga ni mangajana on,jala hamupe antong tontong do dibagasan hahipason hudapot hami, tarlumobi ma di angka Nantulang nami minar minar do bohimu huida hami manjakkon haroro nami.
 Raja nami Raja bolon . Songon na nidok ni natua-tuama dohonon nami ”asa tep-tep ma ninna mula ni gondang, ser-ser mula ni tor-tor, sungkun mula ni uhum sise mula ni hata ” ia nungnga manungkun jala manise Rajai taringot tu sintuhu ni indahan masak na so sadia i. Sidohonon nami Raja nami : sititi ma-sigompa golang-golang pangarahut na, otik so sadia Rajanami sipanganon naung hupasahat hami tuhamu, asi roha ni Tuhan sai godang ma pinasuna. Sai pamurnas mai tutu tu daging, saudaramai tu bohi si pasindak panailimai sipaneang holi-holi huhut sipadomu tahi. asa bagot namarhalto ma tutu naniagatan di robean, horas ma hamu saluhutna Raja ni hula-hula nami na manganhon horas ma nang hami borumu na mangalean.
Alusan nami ma sungkun-sungkun ni Rajai, diama tutu laklakna diamaunokna, diama tutu hatana jala ahama na nidokna. Ianggo nanidokna Rajanami panggabean parhorasan do , Sidok botima hami Tulang.
PRB : Mauliate ma di Tuhanta, mauliatema nang dihita saluhutna, Raja ni Amang boru, Panggabean Parhorasan do hape haroro mu, sai tu gabena tu horasna ma tutu hita tujolo an ni ari on di pasu-pasu Tuhanta, alai Amang boru didok dihata ni natua-tua :sai marangkup do ninna nauli sai mardongan do nadenggan, asa siangkupna songon nahundul siudurna songon namardalan, asa manangkasi ma hami amangboru disiangkup ni Panggabean parhorasan i, asa tangkas ma uju purba tangkas uju angkola, tangkas hita tutu maduma asi roha ni Tuhan ris hita mamora, takkas ma di paboa Amang boru diama na naeng sitaringotan nagabe sitangihonon ni sipareon jala sipeopon di roha. Si dokbotima hami Amangboru.
PRA : Mauliate malambok pusu dipasahat rohanami di Rajai disiala naung manangkasi Rajai tarsingot ni Angkup ni panggabean parhorasan i. Toho ma tutu songon na nidok ni Rajai, asa inganan ni puli ma ninna dihauma salenggam, marakkup do tutu nauli mardongan do nadenggan, asa siangkup na tutu songon nahundul siudurna songon namardalan. Asa bona ni aek puli ma di dolok ni si tapongan, siangkup ni nauli panggabean parhorasani Raja nami tangkkas mai tutu alusan nami. Raja nami Raja bolon, didok di hata ni natua-tua molo magodang bulu godang denggan mai bahenon hite-hite, molo dung magodang antong ianakkon denggan mai hot mardongan saripe. Ala ni ima Raja nami, ia tangkas ditingki ari naung salpu nungnga ro hami pamoruon mu marga……tu huta ni Rajai, ima di napatua hata, jala marlas ni rohado hami Rajanami ai dioloi Rajai do sangkap nang angka pangidoan nami, jala di nasogot Rajanami diparnangkok ni mataniari, nungnga rap mangudurhon Hita Rajanami ianakkon ni Huriai tu bagas joro niTuhanta. Ima di namanjalo pasu-pasu Parbogason parsaripeon marhite-hite Naposo ni Tuhan i. Jala nungnga singkop mardalan di bagasan las niroha uli jala une sude pasu-pasu ni Tuhan i. Asatubuan lak-lakma tubuan sikkoru, tubu sanggar di parsopoan, anggiat mar hite-hite tangiangta tarlumobi tangiang ni hamu saluhutna Hula-hula nami tubuan anakma i tutu tubuan boru na jekkar –jekkar di hangoluan. Asa nuaeng pe Rajanami nungnga marnatappak hita di pogu nialaman ni Rajai. Jala naingot do hami di poda ni Oppunta sijolojolo tubu namandok ”sulum ni gonggonan porhis lumunta-lunta, adat dohot uhum do antong hajonjongan asa horas ma hita saluhut na. Antong Rajanami molo siat elehelek nami, uli jala une antong di roha ni Rajai, laos di ombas on manian ro hami laho pasahathon somba ni uhum somba ni adat, sinamot ni boru ni Rajai naung gabe Parumaen nami. Ima elehelek pangidoan nami Tulang, sidok botima hami.
PBR : Mauliatema di Tuhan, mauliate ma nang di hamu Amangboru, didok dihata ni natua-tua, molo magodang tutu ianakkon dengganmai pangolihononhon, molo magodang tutu boru dengganmai pahutaon, di ari nauli diombas on ditariashon Hamu tu Hami nanaeng pasahathon somba ni uhum somba ni adat, ima sinamot ni boru nami naung gabe parumaen mu. Ompunta sijolojolo tubu martukkot sialaguddi, adat nauli napinungka ni ompunta ihuthononta sian pudi, antong namarhata sinamot mahita nuaeng ate Amangboru.
Horas ma jalagabe, nungnga pitu lili nami paualu jugian nami, nungnga nauli nipinami ai roma hamu pamoruon nami laho manggohi hajut nami. Asa jus ma ninna hole sar ninna parao, asa pur do dialualu sar do nang dibaritana, barita ni lampedang mardangka bulung bira, hamoraon ni hamu Raja ni pamoruonnami marga …… tarbarita do ro didia. Jala dang pola lola rohanami laho mangido sipangidoannami tu hamu, asa tangkas di bege angka Raja, hatahon Amang boruma nanaeng sipasahatonmuna tu hami. Piga bara ma horbo dohot lombu, piga ma nang hodana asa pintor di togu bahen hundulan ni angka Amanta Raja, piga ampang ma mas dohot sere asa pintor dipakke angka Inanta soripada, jala sadia godang ma ringgit sitio suara asa tung las rohanami saluhutna hula-hula muna, ima pangidoan nami Raja ni Amangboru, botima.
PRA : Mauliate ma Rajanami diharadeon muna laho manjakkon hami dinalaho pasahathon somba ni uhum sombani adat ni boru ni Rajai naung gabe parumaen nami. jala nuaeng pe Rajanami, toho do nanidok ni Rajai ingkon las do rohamuna saluhut na hula-hula nami dohot uduran ni Rajai. Pat ni gaja maninna tu pat ni hora tangkas do hutanda hami hamu hula-hula nami Raja…., anak ni Raja do hamu jala naburju marroha. Rajanami Rajabolon marsomba ujung hami tu tua ni sangap ni Rajai sampulu jari-jari pasampulusadahon si majujung, dang ala nisihaadongan nami umbahen na barani hami ro mandapothon Rajai. Andilo nahinan hadang-hadangan saonari, hamoraon ni ompunami namasa di ugari ndang na tartaringotan besaonari. Alai pos ma rohamu Rajanami, sian unduk dohot serep ni rohanami sangap do antong Hamu Raja ni hula-hulanami di hami pamoruon mu. Songon na nigorahon ni Rajai nangkaning asa alusan nami hamu Raja nami sada-sada. Raja nami Raja bolon, namangkilala do hami dihita natinggal di tano parserahan on, nungnga tung maol be tuduon nalaho gabe adaran, jala mas dohot sere nungnga tokko mas be nampunasa, suang songoni dohot ringgit si tio surara nungnga bank be nampunasa. Asa molo iat elek-elek pangidoan nami, uli jala une diroha ni Rajai, asa si sahali mangelekhon ma hami si sahali manombahon sinamot ni boru nirajai, hupasada hami mai disinamot rupiah na dicetak ni pamarentanta laos huhut manian mangihut di ulaon sadari. ima elek-elek pangidoan nami Rajanami.sidok botima hami Rajanami.
PBR : Mauliate ma di hamu Raja ni Amang boru, nungnga tung tangkas hutangihon hami diangka pangidoan muna i. andorang so hualusi hami ,mangido partingkian jolo hami asa marsi padosan tahi hami namardongan tubu, suang songoni di boru dohot bere nami tarlumobima di nalaho manjalo paniroion hami sian Raja ni hula-hula dohot Tulang nami.  (laos jong-jong mangadophon horong ni hula-hula dohot Tulang) Dihamu nahuparsangapi hami raja ni Hula-hula dohot Tulang nami: Raja ni Hula-hulanami Rajai……
Tulang nami Rajai………
Tulang Rorobot nami Rajai……
Bona Tulang nami Rajai……..
Tulang bona niari Rajai…………., dohot;
Hula-hula nami sian na marhaha-maranggi : Rajai………, Rajai…., Rajai….
Hula-hula anak manjae Rajai….., Rajai…..
Raja nami Raja bolon, ia dijolo hamu Rajanami raja si aduon, ia dipudi hamu gabe Raja si paimaon, ia di tonga-tonga hamu Rajanami gabe Raja panuturi.
Nung nga tangkas di pangkataion nami nangkaning dohot Raja ni pamoruon nami, marpangidoan nasida asa si sahali mangelekhon, sisahali manombahon nasida di sinamot somba ni uhum somba ni adat ni Beremu/Pahompumu naung gabe parumaen nasida,hombar tusima nian Rajanami asa tiroi hamu Hami gelleng mu. Asa dangka ni buluduri ma ninna sanjongkalduajari, Hula-hula na burju do hamu naolo manuturi jala na ringgas mangajari. Antong pos rohanami rajanami asa jolo tuturi hamuma hami, partingkian on hupasahat hami ma tu Rajai, mauliate.
Horong ni Hula-hula dohot Tulang. Dihita horong ni hula-hula dohot Tulang, dipasahat Raja ni Pamoruonta







Selanjutnya...