Friday, February 15, 2013

Jembatan Transparan yang Unik dan Mengerikan di China

Anda Tau Jembatan Kan? Pastinya semua orang tau jembatan, jembatan adalah jalan penghubung antara dua tempat, biasanya jembatan ini di pasang atau dibangun diatas jurang, sungai jalan atau pun penghubung antar gedung. Kalau anda tahu, pastinya juga anda pasti tahu dong bagai mana bentuk jembatan?. kali ini admin akan posting sebuah jembatan yang sangat unik dan extreem, bagai mana tidak, jembatan ini transparan dan terbuat dari kaca, serasa kita berjalan di awang-awang. bagi yang punya sakit jantung jangan coba-coba naik jembatan ini. Tanpa panjang lebar berikut penjelasannya.

Seperti dilansir weirdasianews.com, jembatan yang terbuat dari lantai kaca ini disebut Jembatan Kematian karena sensasi luar biasa dirasakan pejalan kaki di atasnya. Namun Walaupun ini dinamakan Jembatan Kematian, Bila berkunjung kesana anda harus siapkan mental dan sebab jangan Sampai Anda Mati Berdiri. ha.. ha.. ha... ha...

Jembatan sepanjang sekitar 60 meter ini mengitari Gunung Tianmen yang berlokasi di Pegunungan Tianmen, Provinsi Hunan, China. Jembatan yang hanya selebar sekitar hampir 2 meter ini berada di ketinggian 1.430 meter. Berada di tebing gunung. "

Jembatan yang menggunakan kaca-kaca setebal 2,5 inchi ini menawarkan kengerian yang luar biasa. Dengan permukaan jalan jembatan yang terbuat dari kaca, wisatawan bisa menikmati keindahan alam dari ketinggian, tepat di bawah kaki. Jangan takut kacanya pecah atau retak, karena kekuatan dan daya beban kaca ini telah diperhitungkan dengan sangat teliti. Namun bila anda punya Penyakit jantung, atau takut dengan ketinggian jangan harap bisa menikmati keindahan dibawah jembatan yang extreem ini.


Para wisatawan diwajibkan mengenakan penutup kain untuk alas sepatunya. Aturan ini dilakukan agar kaca mudah dibersihkan. Jembatan Kematian ini dibuat sepanjang sekitar 60 meter.

blogger-musiman.blogspot.com - Ngeri, Jembatan Di Tebing Ini Transparan

blogger-musiman.blogspot.com - Ngeri, Jembatan Di Tebing Ini Transparan


Apakah anda berani mencobanya? bila berani, tunggu apalagi.. Segera beli Tiket ke China.... Nikmati Pemandangan indah disana. he he he he .... Demikian Sedikit informasi dari saya. Semoga bermanfaat



sumber :  blogger-musiman
Selanjutnya...

Fenomena Jenazah Para Kudus yang Tak Rusak atau Membusuk

Para pembaca sekalian!! Saya Yakin kita semua pasti mengetahui jenazah, pastinya semua jenazah akan membusuk, karena proses alam daging dan tulang yang ada pada dirikita semuanya akan membusuk bila kita sudah meninggal. sama halnya seperti hewan dan tumbuhan, pada akhirnya semuanya akan berubah dan menyatu menjadi tanah. Namun artikel berikut ini membuktikan bahwa ternyata ada juga jenazah yang tidak membusuk hingga saat ini. Anda pasti bertanya-tanya kog bisa? berikut ini admin akan menjelaskan kepada para pebaca sekalian. Berikut ini adalah beberapa keterangan tentang jenazah orang-orang yang masih awet :

1.Fenomena Jenazah Para Kudus yang Tak Rusak

Sepanjang sejarah Gereja, kita jumpai adanya fenomena yang menarik, yaitu jenazah beberapa orang kudus yang tidak rusak. Namun, ada beberapa orang yang menolak adanya fenomena ini dengan alasan, jenazah para kudus itu diberi lilin atau disimpan dalam peti yang kedap udara.

Memang benar beberapa jenazah para kudus itu diberi lilin dan disimpan dalam peti yang kedap udara. Akan tetapi, sebelum hal itu dilakukan, jenazah mereka telah terkubur di dalam tanah bertahun-tahun lamanya; waktu yang lebih dari cukup untuk membusukkan suatu jenazah. Selain itu, jenazah yang diberi lilin hanyalah bagian-bagian tertentu saja dari potongan tubuhnya. Oleh karena itu, seharusnya bagian yang tak diberi lilin pun akan membusuk, tetapi kenyataannya bagian yang tak diberi lilin itu juga tidak rusak.

Jenazah para kudus yang tak rusak ini ditemukan di lingkungan-lingkungan yang berbeda, termasuk dalam lingkungan yang sangat mendukung pembusukan jenazah. Beberapa di antaranya dalam temperatur yang cukup tinggi untuk membusukkan jenazah, kelembaban yang besar, bahkan ada yang tergenang dalam rawa. Padahal, sebelumnya jenazah itu tidak pernah mengalami proses pengawetan sama sekali. Jenazah-jenazah itu tetap bebas dari pembusukan sekalipun lingkungannya memiliki unsur-unsur yang lengkap untuk membusukkan jenazah. Yang lebih mengherankan lagi adalah sebagian besar jenazah itu adalah orang-orang kudus dalam Gereja Katolik. Bagaimana mungkin alam dapat memilih jenazah?

Selain kondisi jenazah yang tak rusak (inkoruptibilitas) ada pula tanda lain, yaitu keharuman surgawi. Ini merupakan sebuah fenomena yang beberapa kali ditemukan saat jenazah atau makam orang-orang kudus tertentu dibongkar. Keharuman ini biasanya tak dapat dibandingkan oleh keharuman apa pun di dunia. Kardinal Lambertini mengatakan ini sebagai sebuah mujizat, karena hampir tidak mungkin jenazah tidak berbau busuk. Dan lebih tidak mungkin lagi, ada jenazah yang harum. Hal ini hanya mungkin terjadi jika ada campur tangan kuasa adikodrati, yaitu kuasa Allah sendiri. Akan tetapi, perlu diingat bahwa iblis pun bisa mengeluarkan bau harum. Oleh karena itu, tanda keharuman ini harus dikaitkan dengan kekudusan orang tersebut ketika masih hidup.

Kardinal Prospero Lambertini, yang di kemudian hari menjadi Paus Benediktus XIV (1675-1758), menulis lima jilid buku berjudul “De Beatificatione Servorum Dei et de Beatorum Canonizatione.” Di dalamnya ia menulis pula tentang fenomena jenazah yang tak rusak ini, dengan judul “De Cadaverum Incorruptione.” Tulisan Kardinal Lambertini ini sampai sekarang tetap menjadi bahan referensi untuk kasus-kasus semacam ini.

Kriteria dari jenazah yang tak rusak adalah setelah dikubur selama bertahun-tahun tanpa mengalami proses pengawetan, tetap dapat mempertahankan rona, kesegaran, dan kelenturan seolah-olah hidup setelah mati bertahun-tahun. Tentu saja hal ini merupakan sesuatu yang luar biasa, dapat dikatakan suatu mujizat. Ketidakrusakan jenazah, bisa menjadi salah satu tanda kekudusan seseorang. Secara spiritualitas, tanda demikian merupakan indikasi bahwa jenazah orang tersebut dipersiapkan untuk kebangkitan tubuh dengan mulia.

Akan tetapi, tidak semua para kudus itu jenazahnya utuh sepenuhnya. Ada juga yang hanya bagian-bagian tertentu saja yang utuh, sedangkan bagian lainnya hancur secara alami. Hal ini berlaku misalnya pada St. Yohanes Krisostomos, si lidah emas. Semasa hidupnya ia banyak mewartakan kebenaran iman dan membela ajaran iman Katolik. Berkat kotbah-kotbahnya, banyak orang yang tersentuh dan mengalami pertobatan. Setelah ia wafat, beberapa tahun kemudian kuburnya dibongkar dan didapatkan lidahnya masih utuh sekalipun bagian tubuh lainnya sudah hancur.

Fenomena-fenomena ini memang menimbulkan banyak pertanyaan. Mengapa beberapa jenazah para kudus itu bisa tahan bertahun-tahun, bahkan beberapa dekade, dan bahkan ada yang tahan beberapa abad? Akan tetapi, kemudian mengapa setelah tahan sedemikian lamanya jenazah itu pun akhirnya hancur secara alami? Bagaimana mungkin ada bagian tubuh yang masih bisa bertahan utuh padahal sudah terpisah dari badannya? St. Bernadette dan St. Therese dari Lisieux sama-sama gadis Perancis yang hidup di abad ke-19. Mereka sama-sama masuk biara pada usia muda dan meninggal pada usia muda. Akan tetapi, mengapa jenazah St. Bernadette utuh, sedangkan jenazah St. Therese ditemukan telah hancur secara alami ketika makamnya dibongkar? Jadi, mengapa tidak semua orang kudus jenazahnya utuh?

Gereja selalu menganjurkan agar kita mencari alasan ilmiahnya terlebih dahulu jika menemukan jenazah yang tidak rusak. Akan tetapi, memang dalam banyak kasus para ilmuwan masih belum dapat memberikan penjelasan ilmiahnya. Walau demikian, Gereja mengatakan bahwa jenazah yang tidak rusak tidak menjamin bahwa orang itu kudus. Memang betul, jenazah yang tidak rusak bisa menjadi tanda kekudusan, tetapi bukan berarti kalau ada jenazah yang tidak rusak, orang tersebut otomatis kudus. Kita perlu melihat bagaimana kehidupan orang itu, segala kebajikan-kebajikan selama hidupnya, singkatnya mengkaitkannya dengan kekudusan orang tersebut secara keseluruhan.


2. Beato Yohanes XXIII

Pada suatu hari, Paus Yohanes Paulus II memerintahkan agar jenazah Paus Yohanes XXIII dipindahkan ke bagian atas dari Basilika St. Petrus agar umat beriman dapat datang mendekati jenazahnya dengan lebih mudah untuk menghormatinya. Oleh karena itu, pada tanggal 16 Januari 2001 dilakukanlah pembongkaran makam Paus Yohanes XXIII yang dilakukan oleh Kardinal Sodano, Sekretaris Negara Tahta Suci, Kardinal Noe, Imam Agung Basilika St. Petrus, dan Leonardo Sandri. Selain itu, identifikasi jenazah merupakan prosedur yang normal dalam proses kanonisasi. Paus Yohanes XXIII telah dinyatakan sebagai Beato pada tanggal 3 September 2000. Jadi, tujuan lain pembongkaran makam ini adalah karena Paus Yohanes Paulus II ingin semakin menegaskan kekudusan dari paus pendahulunya tersebut. Kardinal Noe mengatakan bahwa pemeriksaan jenazah merupakan salah satu langkah penting dalam proses kanonisasi.

Paus Yohanes XXIII meninggal tanggal 3 Juni 1962. Hal ini berarti ketika pembongkaran makam dilakukan, jenazahnya telah terkubur selama sekitar 39 tahun! Namun, apa yang terjadi? Begitu peti jenazah dibuka, orang-orang terkejut melihat keadaan jenazah sang beato. Dalam kesaksiannya, Kardinal Noe mengatakan bahwa wajah Beato Paus Yohanes XXIII tampak “utuh dan damai.” Laporan resmi menyatakan, “Begitu kain selubung dibuka, wajah Beato tampak utuh, dengan kedua mata tertutup dan mulut sedikit terbuka, dengan roman muka yang segera mengingatkan orang pada penampilan familiar paus yang dihormati itu.” Kedua tangan Bapa Suci yang masih menggenggam sebuah rosario, juga masih utuh. Setelah diperiksa secara resmi, jenazah disemprot dengan bahan anti bakteri dan peti pun disegel kedap udara.

3. Jenazah Para Kudus Lainnya yang Tak Rusak

Sebuah buku yang berjudul “The Incorruptibles” (Tan Books, 1977) melaporkan sedikitnya ada 102 orang kudus dalam Gereja Katolik yang jenazahnya tidak rusak. Oleh karena itu, banyak umat beriman yang melihat fenomena jenazah yang tak rusak ini sebagai salah satu tanda kekudusan.

Santa Sesilia adalah orang kudus pertama yang ditemukan jenazahnya tidak rusak. Ia meninggal sebagai martir pada tahun 177 M di Roma. Pada tahun 1599 jenazahnya ditemukan dalam keadaan tidak membusuk.

Santa Agata meninggal pada tahun 251 M. Akan tetapi, pada abad ke-11, jenazahnya ditemukan dalam keadaan tidak rusak. Bagian dari tubuhnya yang tidak rusak itu masih bisa kita lihat sampai sekarang.

Santa Bernadette Soubirous menerima penampakan dari Bunda Maria di Lourdes, Perancis. Ia meninggal pada tahun 1879, dan makamnya dibongkar 20 tahun kemudian, yaitu pada tahun 1909. Saat itu ditemukan bahwa jenazahnya masih utuh dan sama sekali tidak ada kebusukan. Sepuluh tahun kemudian, tepatnya tahun 1919, kembali untuk keduanya kalinya makamnya dibongkar kembali. Dan untuk kedua kalinya pula ditemukan jenazahnya masih utuh. Pada tahun 1923 makamnya dibongkar untuk ketiga kalinya, dan ditemukan jenazahnya masih utuh. Pada saat itu tubuhnya dibuka, dan didapatkan organ-organ tubuhnya masih lemas. Ketika 46 tahun kemudian sesudah St. Bernadette wafat, para dokter melaporkan bahwa lever (hati) St. Bernadette masih lembut dan hampir seperti lever orang hidup yang normal. Saat ini, jenazahnya disimpan dalam kapel St. Bernadet di Nevers, Perancis. Semua orang masih dapat melihat jenazahnya yang utuh hingga saat ini.

Jenazah St. Teresa Avila (1515-1582) juga ditemukan tidak membusuk. Padahal, St. Teresa Avila dikubur di dalam lumpur yang basah.

Ketika St. Yohanes Salib meninggal tahun 1591, ia dimakamkan di bawah lantai sebuah gereja. Ketika makamnya dibuka 9 bulan kemudian, jenazahnya masih segar dan lengkap. Bahkan ketika jarinya dipotong untuk dijadikan relikwi, tubuhnya mengeluarkan darah sebagaimana layaknya seorang yang masih hidup. Setelah itu, kembali 9 bulan kemudian makamnya dibuka untuk kedua kalinya, dan ditemukan jenazahnya masih tetap dalam keadaan segar. Pembongkaran makam St. Yohanes Salib dilakukan lagi tahun 1859 dan 1909, dan jenazah tetap ditemukan dalam keadaan segar. Pembongkaran terakhir dilakukan tahun 1955, ini berarti sekitar 400 tahun sesudah wafatnya. Saat itu ditemukan jenazahnya masih utuh belum mengering dan masih lentur, walau ada sedikit perubahan pada warna kulitnya.

Seorang suster yang kudus dari Italia bernama St. Klara dari Montefalco ketika masih hidup berkata kepada para suster lainnya, “Jika engkau mencari salib Kristus, ambillah hatiku, dan engkau akan mendapatkan Kristus yang sedang menderita di sana.” Beberapa tahun setelah kematiannya, makamnya dibongkar. Saat itu, bukan saja ditemukan tubuhnya yang masih utuh. Bahkan, ketika para suster mengambil hatinya, ditemukan di sana tergores jelas sekali salib Kristus secara tipis, lengkap dengan kelima luka-Nya.

St. Sharbel Makhlouf adalah seorang rahib suci dari Lebanon. Setelah wafatnya, selama 45 malam makamnya memancarkan suatu cahaya yang khas. Menurut tradisi, jenazah biasanya membusuk dalam waktu 45 hari. Oleh karena itu, 45 hari kemudian makamnya dibongkar dan ditemukan jenazahnya masih utuh. Padahal dalam waktu 45 hari itu sempat ada hujan deras sekali sehingga jenazahnya ditemukan terendam di genangan lumpur. Kemudian jenazah St. Sharbel dikenakan pakaian baru dan dimasukkan ke dalam peti kayu, namun tubuhnya mengeluarkan minyak begitu banyaknya sampai-sampai bajunya harus diganti dua kali. Tahun 1927, berarti 29 tahun kemudian setelah kematiannya, makamnya kembali dibongkar dan dijumpai jenazahnya masih utuh dan lemas seperti tubuh orang hidup. Setelah itu ia dikuburkan kembali. Tahun 1950 para peziarah memperhatikan adanya minyak yang khas keluar dari makamnya. Saat itu banyak orang mengalami kesembuhan karena minyak tersebut. Akhirnya, kuburnya dibongkar kembali dan didapati jenazahnya masih utuh. Tubuh St. Sharbel ini tidak rusak selama 67 tahun dan akhirnya hancur seluruhnya pada tahun 1965.


4. Kaitan antara Kecantikan Fisik dan Kecantikan Rohani

Semua orang mengatakan Bunda Maria sangat cantik tiada taranya, dan kita ketahui Bunda Maria adalah manusia terkudus sepanjang masa. Mereka yang pergi ke Nottuno, Italia, dapat memandang kecantikan dari St. Maria Goretti, dan bahkan sekalipun Beato Yohanes XXIII tidak dibilang tampan tetapi banyak orang senang memandang wajahnya. Pada kenyataannya, ada banyak jenazah para kudus yang ditemukan tidak rusak walau sudah meninggal bertahun-tahun lamanya. Adakah hubungannya antara kekudusan dengan kecantikan atau ketampanan?

Fenomena jenazah yang tak rusak ini mengajarkan banyak hal kepada kita. Fenomena ini mengingatkan kita bahwa iman kita tidak hanya mempengaruhi rohani kita saja tetapi juga jasmani kita. Penjelmaan Allah menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus adalah sesuatu yang supernatural tetapi sekaligus sungguh nyata, ada dalam sejarah. Demikian pula kebangkitan-Nya merupakan hal yang adikodrati, tetapi sekaligus sungguh-sungguh riil.

Dengan kata lain, fenomena jenazah yang tak rusak ini hendak menyampaikan kepada kita bahwa ada keterkaitan yang erat antara dunia rohani dan dunia jasmani. Bukankah Allah dikatakan Mahakudus, tetapi sekaligus juga dikatakan Mahaindah? Memang kita tidak dapat merumuskan dengan tepat keterkaitan antara jiwa dan raga kita. Akan tetapi, apa yang kita lakukan terhadap jiwa kita akan mempengaruhi tubuh kita. Sebaliknya, apa yang kita lakukan terhadap tubuh kita akan mempengaruhi jiwa kita.

Pada zaman sekarang ini, diketahui bahwa banyak orang yang sakit kanker memiliki luka batin yang berat dalam hidupnya. Mereka yang berbeban berat, depresi, stress, akan langsung dikenali melalui wajahnya. Sebaliknya, mereka yang suci hatinya akan memancarkan sesuatu yang menyenangkan pada wajahnya, bahkan sekalipun mereka sedang sakit.

Dengan demikian, fenomena ini mengingatkan kita bahwa kita sebetulnya adalah bagian dari Tubuh Mistik Kristus dengan Kristus sendiri sebagai Kepalanya. Kristus yang adalah kepala menjadi sumber rahmat bagi seluruh anggota tubuh-Nya. Ia menyalurkan segala rahmat, karunia, dan keindahan-Nya ke seluruh bagian tubuh-Nya. Mereka yang melepaskan diri dari Kristus sama seperti ranting yang melepaskan diri dari pokoknya sehingga akhirnya akan mati dan kering. (bdk. Yoh 15:4-5) Semakin kita mengambil bagian dalam hidup Kristus, semakin kita mengambil bagian dalam kekudusan dan keindahan-Nya.

“Karena semua kaum beriman membentuk satu Tubuh saja, maka harta milik dari yang satu disampaikan kepada yang lain. Dengan demikian orang harus percaya bahwa di dalam Gereja ada pemilikan bersama. Yang paling utama dari semua anggota Gereja adalah Kristus, karena Ia adalah Kepala. Jadi milik Kristus dibagi-bagikan kepada semua anggota, dan pembagian ini terjadi oleh Sakramen-Sakramen Gereja” (St. Thomas Aquino).


5. Apa yang Ingin Disampaikan Allah?

Allah tentu punya rencana tertentu, mengapa ia membiarkan fenomena yang istimewa ini terjadi sepanjang sejarah Gereja. Selain menyadarkan kita akan adanya keterkaitan antara jasmani dan rohani, fenomena jenazah yang tak rusak ini hendak mengingatkan kita pula akan adanya kebangkitan orang-orang mati pada kedatangan Yesus yang kedua. Saat itu, mereka akan menerima kembali seluruh tubuhnya secara utuh.

“Semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum” (Yoh 5:28-29).

Pada akhirnya, fenomena ini hendak menunjukkan bahwa sampai saat ini mujizat masih terjadi. Allah mengkomunikasikan diri-Nya melalui segala mujizat yang dapat kita saksikan. Allah masih bekerja di tengah-tengah kita, karena kasih-Nya setia, abadi selamanya.

6. Jenazah Para Kudus Lainnya yang Tak Rusak dan Masih Dapat Kita Lihat Sampai Saat Ini

§ St. Zita meninggal pada tahun 1272 di sebuah desa dekat kota Lucca, Italia. Pada tahun 1580, jenazahnya ditemukan tidak rusak dan akhirnya dibaringkan di Gereja St. Frigidian agar umat dapat menghormatinya dengan lebih mudah.

§ St. Catherine Laboure (1806-1876), jenazahnya ditemukan utuh pada tahun 1933. Kini kita dapat melihat jenazahnya di Paris.

§ St. Yohanes Maria Vianney dari Ars, meninggal tahun 1859 dan jenazahnya ditemukan dalam keadaan baik tahun 1904. Kita masih dapat melihat jenazahnya di Ars, Perancis.

§ St. Vincentius Palloti meninggal tahun 1850 dan makamnya dibongkar dua kali, yaitu tahun 1906 dan 1950. Jenazahnya yang tidak rusak masih dapat kita lihat sekarang di Onda, Italia.

§ St. Teresa Margareta Redi meninggal tahun 1770 dan ditemukan jenazahnya masih utuh pada tahun 1783. Jenazahnya dapat kita lihat di Firenze, Italia.

§ St. Andreas Bobola, meninggal tahun 1657. Setelah 40 tahun kemudian jenazahnya ditemukan masih utuh. Kita dapat melihatnya sekarang di Warsawa, Polandia.

§ St. Catarina dari Bologna, Italia (1413-1463), jenazahnya diletakkan dalam keadaan sedang duduk di atas sebuah kursi sampai saat ini. Berarti, sudah selama sekitar 500 tahun!

§ St. Rita dari Cascia (1381-1457), jenazahnya dapat dilihat dalam sebuah peti kaca di Cascia, Italia. Kebanyakan orang di sana sudah terbiasa melihat posisi jenazah St. Rita yang kadang berubah, bahkan matanya kadang terbuka kadang terpejam, seolah masih hidup.

§ St. Sperandia, meninggal tahun 1276, dan kita dapat melihat jenazahnya di Cingoli, Italia. Dari dalam tubuhnya keluar suatu keharuman yang manis.

Sebetulnya masih ada beberapa jenazah orang kudus yang masih dapat dilihat sampai saat ini karena masih belum rusak, antara lain St. Maria Goretti (1890-1902), St. Fransiskus Xaverius (1506-1552), St. Anna Maria Taigi, dan lain-lain.


 



sumber : wahw33d
Selanjutnya...

Wednesday, February 13, 2013

5 Cabang Olahraga Yang masih Asli dari Indonesia

Anda tau olah raga bukan? atau anda juga penggemar olah raga? tentunya kita semua pasti pernah berolahh raga, baik yang sengaja bahkan yang tanpa sengaja kita melakukan olah raga. Tidak mengherankan bahwa saat ini olah raga bagi sebagian orang menjadi mesin pencari uang. Terutama permainan sepak bola, tennis, volly, basket dan lainnya. Tahu kan anda bahwa ternyata dari negara kita juga ada olah raga lho, bahkan olah raga ini sudah mendunia. mau tau olah raga apa saja? berikut ini akan admin jelaskan :


1. Sepak Takraw
2012 12 02 152225 5 Olahraga Asli dari Negara Indonesia
Olahraga apakah yang dimainkan dengan cara seperti bermain sepakbola dan bola voli, tetapi dilakukan di lapangan bulu tangkis? Ya, sepak takraw! Olahraga ini berasal dari zaman Kesultanan Malaka (1402-1511) dan disebut juga dengan nama sepak raga. Jumlah pemain dalam sebuah permainan adalah tiga orang untuk masing-masing regu.
Pemain sepak takraw tidak boleh menyentuh bola dengan tangan, dan hanya boleh menggunakan kaki mereka sehingga sekilas gerakan-gerakan dalam permainan sepak takraw mirip dengan gerakan seni bela diri. Olahraga ini telah sejak lama ‘diperebutkan’ atau diklaim oleh berbagai Negara dari mulai Malaysia, Laos, Filipina, hingga Thailand.
Walaupun bukti-bukti yang kuat dari pakar sejarah bisa membuktikan bahwa sepak takraw adalah olahraga tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan, tidak akan ada artinya jika kita sebagai rakyat Indonesia tidak mempertahankannya dan melestarikannya. Jangan sampai setelah terlanjur kecolongan baru kita kebakaran jenggot.
2. Pathol
2012 12 02 152422 5 Olahraga Asli dari Negara Indonesia
Pathol adalah olahraga gulat tradisional yang berasal dari Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Konon permainan Pathol telah ada sejak jaman Majapahit, yang awalnya merupakan acara sayembara untuk mencari kesatria terbaik yang bisa menjaga pelabuhan Tuban yang pada waktu itu ramai oleh perompak dan penyamun.
Gerakan-gerakan pathol kemudian diadaptasi dan dikembangkan oleh pemuda dan masyarakat setempat hingga akhirnya tumbuh menjadi olahraga yang digemari dan bahkan dijadikan kesenian tradisional. Gulat pathol yang umumnya digelar di pesisir pantai ini sering diselenggarakan setiap menjelang purnama atau pada hari-hari khusus misalnya bertepatan dengan upacara sedekah laut.
3. Karapan Sapi
2012 12 02 152525 5 Olahraga Asli dari Negara Indonesia
Karapan Sapi adalah olahraga pacuan sapi yang berasal dari Madura. Dalam permainan yang satu ini, sepasang sapi lah yang ‘berolahraga’ dengan menarik semacam kereta kayu melewati lintasan sepanjang 100 meter. Joki sapi hanya perlu berdiri di kereta kayu dan mengendalikan laju sapi-sapinya agar tidak oleng. Tetapi jangan dikira menjadi joki karapan sapi itu pekerjaan yang mudah ya, karena tentu saja diperlukan latihan dan keahlian yang khusus. Keseriusan warga Madura dan pemerintah Indonesia dalam melestarikan karapan sapi tidak main-main.
Karapan sapi kini telah menjadi sebuah ajang pesta rakyat yang mampu menyedot ribuan pengunjung dari dalam maupun luar negeri. Setiap akhir bulan September atau Oktober bahkan diadakan pertandingan karapan sapi terbesar yang memperebutkan Piala Bergilir Presiden. Sayangnya dibalik kemeriahan ini sering ditemukan pelanggaran para peserta yang kerap memperlakukan sapi-sapinya dengan kejam agar bisa berlari dengan kencang. Kebiasaan ini tentu saja sangat melenceng dari nilai aslinya dan selayaknya patut ditindaklanjuti dengan tegas oleh pihak penyelenggara.
4. Pencak Silat
2012 12 02 152618 5 Olahraga Asli dari Negara Indonesia
Pencak Silat merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat Indonesia yang sudah berkembang sejak jaman dahulu kala. Pencak silat berakar pada budaya Melayu dan telah dikenal luas di berbagai Negara seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura. Pencak silat di Indonesia tidak hanya satu macam saja. Banyak versi olahraga pencak silat yang berkembang sesuai dengan nilai budaya masyarakat setempat. Misalnya pencak silat aliran Cimande yang konon bermula dari kisah seorang perempuan yang menyaksikan pertarungan antara harimau dengan kera, kemudian meniru gerakan kedua hewan tersebut.
Ada pula silat atau silek yang berasal dari ranah Minang, yang diciptakan oleh Datuk Suri Diraja dari Pariangan Tanah Datar pada abad XI. Induk organisasi pencak silat di Indonesia saat ini adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Ada pula organisasi yang mewadahi federasi-federasi pencak silat dari berbagai Negara yang bernama Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa (PERSILAT) yang dibentuk oleh Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
5. Pacu Jalur
2012 12 02 152717 5 Olahraga Asli dari Negara Indonesia
Pacu Jalur adalah jenis olahraga perahu dayung tradisional yang berasal dari Riau. Perahu pada perlombaan pacu jalur memiliki panjang sekitar 25-40 meter dengan awak perahu sebanyak 40 sampai 60 orang. Pada awalnya pacu jalur diselenggarakan di kampong-kampung sepanjang Sungai Kuantan untuk memperingati hari besar Islam seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Idul Fitri, atau tahun baru Muharam.
Kini acara pacu jalur sudah masuk ke dalam kalender pariwisata nasional, setiap tahun pada tanggal 23-26 Agustus diadakan festival pacu jalur dalam rangkaian peringatan kemerdekaan Indonesia (17 Agustus-an). Pacu jalur biasanya diadakan di Sungai Batang Kuantan yang pada jaman dahulu kala merupakan simbol identitas sosial karena hanya datuk-datuk dan bangsawan saja yang bertransportasi melalui jalur tersebut.

bagai mana penjelasanya? apakah ada yang anda suka dari olah raga tersebut? demikian sedikit info dari saya. semoga bermanfaat.



sumber : makinseru
Selanjutnya...

Cara Cepat Melatih dan Meninggikan Suara saat Bernyayi


Anda suka nyayi tapi suaranya kurang bagis alias fals, Namuntidak usamerasa minder atau berkecil hati.
Berkut ini saya akan menjelaskan tentang cara meninggikn dan melatih suara agar tinggi-setinggi tingginya,
Pada dasarnya, range vocal atau ketinggian suara setiap orang berbeda-beda. Dan standard umumnya setiap orang mempunyai 2 oktav, nama ada juga beberapa penyanyi yang sampai sampa 3 oktav. luar biasa ya???. Semakin tinggi/panjang rang vokal seseorang, maka semakin memungkinkan orang itu untuk membawakan segala jenis lagu dengan baik. Tapi dengan dia mempunyai kemampuan teknik vokal yang baik dan terlatih pula tentunya.
Orang yang punya jenis voal bass, bariton, mezo sopran dan alto umumnya memiliki range vokal yang rendah/pendek. Berbeda dengan orang yang memiliki jenis vokal tenor dan sopran, biasanya sich orang seperti ini memiliki range vokal yang panjang. Tetapi, yak jarang terdapat kelainan, meski orang tersebut bertipikal vokal bass, namun memiliki range vokal yang panjang. Dan sebaliknya, kadang-kadang, orang yang bertipikal tenor memiliki rang vokal yang pendek.

Pengertian dan pemahaman tentang type vokal sangat penting. Hal yang paling mendasar adalah untu menentukan nada dasar ketika akan bernyanyi. Mungkin, bagi anda yang memiliki tipikal vokal rendah, tidak perlu khawatir akan kehilangan kesempatan untuk bernyanyi. Sebenarnya, tak ada masalah akan ini, dan anda dapat menyesuaikan nada dasar dimana anda memulai bernyanyi dengan jenis suara anda. Misalnya, dengan menurunankan nada dasar dari penyanyi aslinya. Dan satu pemahama lagi, ilmu vokal adalah bukan ilmu eksak, sehingga di perlukan teori-teori yang mendukung pembelajaran.

Ada beberapa jenis latihan yang pada dasarnya mampu....

meningatkan range vokal pada seseorang tanpa mempedulikan jenis suara. Salah satu diantaranya adalah melalui teknik ”vokal kepala” atau yang disebut suara langit-langit..
Secara natural/alami, output/ teknik mengeluarkan suara dapat di bagi menjadi dua, vokal kepala dan vokal dada. Vokal kepala adalah vokal yang dihasilkan dari langit-langit atau rongga mulut. Sedangkan untuk vokal dada adalah vokal yang dihasilkan dari rogga dada dan perut. Untuk menemukan vokal kepala dapat melalui latihan sebagai berikut:

1. Dimulai dengan menentukan nada terendah yang sanggup anda bawakan dengan baik, mennyilah solmisasi( do re mi fa sol la si do). Pada saat vokal anda tidak sanggup mengeluarkan nada tertinggi dengan baik atau sampai anda membutuhkan untuk merubah nada anda ke dalam vokal kepala

2. Langkah selanjutnya adalah menggunakan vokal kepala. Caranya adalah dengan anda ”melemparkan” suara ke dalam rongga mulut anda ke atas langit-langit. Rasakan suara anda menjadi lebih ringan dan jaga agar tetap bright (jelas). Mungkin, pada tahap awal, jika anda menggunakan vokal kepala dengan baik akan terasa dahi atau kepala anda bergetar. Dan biasanya, untuk tahap awal, kepala akan sedikit dan terasa pusing. Tetapi jika di lakukan secara rutin, rasa pusing tersebut akan menyusut dengan sendirinya.
Selamat mencoba!!!!



Sumber : wahw33d
Selanjutnya...